Pacitan.kliksurabaya.co.id – Sejarah baru dalam dunia speleologi dan eksplorasi bawah tanah Indonesia resmi tercipta di tanah Pacitan. Tim Ekspedisi Gahvara Yava 2026 berhasil mencatatkan rekor monumental dalam kegiatan pemetaan dan penelusuran Sistem Gua Luweng Ombo – Kebon yang berlangsung pada 13 hingga 14 Agustus 2026.
Capaian strategis ini mengukuhkan kawasan Karst Pacitan sebagai salah satu laboratorium alam dan bentang speleologi paling potensial di Asia Tenggara.
Dalam ekspedisi tersebut, tim pemetaan (mapping team) berhasil menambahkan panjang lorong terpetakan sejauh 1.242,5 meter. Penambahan ini secara signifikan meningkatkan total panjang Sistem Luweng Ombo – Kebon menjadi 8.242,5 meter. Hasil tersebut resmi melesatkan posisi Sistem Ombo – Kebon dari peringkat ke-9 naik ke peringkat ke-7 sebagai gua terpanjang di Indonesia.
Tembus Titik Terdalam dan Temuan Lorong Baru
Tak hanya memperpanjang rekor pemetaan lorong, tim eksplorasi juga mengukir rekor kedalaman. Pada Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 18.40 WIB, tim berhasil menyentuh titik SUMP—titik air permanen yang menjadi batas terdalam dalam sistem gua—pada kedalaman -246 meter di bawah permukaan tanah.
Pencapaian ini menobatkan Tim Ekspedisi Gahvara Yava 2026 sebagai tim asal Indonesia pertama yang berhasil mencapai titik terdalam gua di Pulau Jawa.
Melanjutkan estafet pemetaan yang pernah dilakukan oleh tim peneliti asing sejak tahun 1982, tim Indonesia ini juga berhasil memetakan lorong raksasa sejauh 20 meter melintasi titik SUMP. Lorong megah yang memiliki aliran sungai bawah tanah yang lebar dan dalam tersebut disepakati untuk diberi nama Gahvara Yava Chamber.
Saat ini, lorong tersebut menyandang status Continue Unexplored (CUE), yang menandakan bahwa sistem lorong bawah tanah ini masih membentang luas dan menyimpan potensi eksplorasi lanjutan di masa depan.
Dukungan Sains dan Riset Kebangsaan
Selain pemetaan geografis, ekspedisi ini membawa misi ilmiah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Tim berhasil mengambil sejumlah sampel penting berupa sedimen, sampel air sungai bawah tanah, serta beberapa biota khas gua dari berbagai titik di Sistem Ombo – Kebon untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.
Pengarah Ekspedisi Gahvara Yava 2026, M. Iqbal Willianto, mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan seluruh anggota tim yang telah berjuang menembus batas eksplorasi bawah tanah Nusantara.
“Sejarah baru speleologi Indonesia berhasil kami ciptakan di tanah Pacitan. Capaian ini bukan sekadar angka pemetaan, melainkan persembahan nyata dari Tim Gahvara Yava 2026 untuk Kabupaten Pacitan dan Indonesia dalam memperkaya data geologi serta keanekaragaman hayati kawasan karst kita,” ujar M. Iqbal Willianto.
Temuan monumental ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kabupaten Pacitan, peneliti, serta pengelola kawasan Geopark Pacitan dalam memperkuat upaya konservasi lingkungan, perlindungan sumber daya air bawah tanah, serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kawasan karst di masa mendatang.(***)









