Pemerintah Kabupaten Pacitan menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Hari Otonomi Daerah ke-30, dan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), serta perwakilan pendidik dan pelajar di Kabupaten Pacitan.
Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutia Viada Hafid, yang dibacakan pada upacara tersebut, Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara”. Tema ini merepresentasikan semangat melindungi generasi muda sekaligus menegaskan pentingnya kemandirian bangsa. Di tingkat nasional, komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program strategis seperti perluasan program makan bergizi gratis, pemerataan akses pendidikan, hingga perlindungan anak di ruang digital melalui pembatasan usia media sosial.
Selain Harkitnas, momentum Hari Otonomi Daerah ke-30 juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan Asta Cita. Otonomi daerah diharapkan menjadi sarana utama untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat Pacitan.
Sementara itu, pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Pemkab Pacitan turut mengajak seluruh elemen untuk merefleksikan ajaran Ki Hajar Dewantara. Melalui pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam), ditekankan lima kebijakan utama termasuk revitalisasi sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, serta penguatan karakter demi mencetak generasi Pacitan yang maju dan bermartabat. Keberhasilan pendidikan ini ditegaskan membutuhkan kerja sama erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Upacara ditutup dengan ajakan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pacitan untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan terus bersinergi dalam menyukseskan pembangunan daerah.







